Refleksi Hidup

Hidup itu kayak lukisan pointilisme, dibentuk dari titik-titik warna-warni yang tidak saling berhubungan, tapi jika dilihat dari jarak yg tepat akan menjadi satu kesatuan yang indah.
Kadang-kadang, kita berdiri terlalu dekat, jadinya kita ga bisa nikmatin keseluruhan lukisan dan hanya melihatnya sebagai titik-titik warna-warni tanpa arti.
Ada saat-saat dimana cahaya matahari terlalu memihak pada warna merah, jadinya merah terlihat lebih memukau. Kita terlalu asyik mengagumi warna merah itu tanpa sadar lukisannya jadi kebanyakan merah.
Pas matahari terbenam dan merah ga segitu indahnya lagi, baru deh, kita nyesel. Sayangnya, lukisan kita udah terlanjur kebanyakan merah.
Jadi, kadang-kadang, kita hanya perlu mundur sedikit untuk menikmati keseluruhan lukisan kita, biar ga nyesel pas matahari terbenam nanti.

About girinemo

"Life is not just about what you can get and take, but what you can give and create" View all posts by girinemo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: